Gerakan Pemuda dan komunitas peduli di Wonogiri

Wonogiri Beraksi, Gerakan Peduli Isolasi Mandiri

Wonogiri Beraksi gerakan peduli – “Seperti sebuah mimpi buruk”. Rasanya kalimat tersebut sangat pantas untuk menggambarkan situasi saat ini. Tidak ada yang menyangka dan juga tidak ada yang mengira akan ada bencana besar yang melanda seluruh penjuru dunia. Hal yang cenderung berukuran kecil dan bahkan tidak kasat mata malah mampu membuat kekacauan dunia. Covid-19, sebuah  penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona. Virus baru dan penyakit yang penyebabnya tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. Semua negara di dunia terdampak Covid-19 tak terkecuali negara kita Indonesia. Pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020 untuk pertama kalinya. Sangat disayangkan, respon pemerintah pada awal terjadinya pandemi cenderung abai dan terkesan menyepelekan. Hingga saat ini telah terjadi lebih dari 3 juta kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia dan angka tersebut diprediksi akan terus naik selaras dengan beban yang dihadapi oleh masyarakat. Seperti yang kita ketahui bersama, Pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga saat ini telah berdampak pada hampir semua aspek kehidupan. Sejak awal pandemi, kita dipaksa untuk menyesuaikan situasi untuk menurunkan risiko penyebaran virus. Pemerintah pun juga tidak tinggal diam, berbagai kebijakan telah dibuat yang ditujukan untuk menekan angka penyebaran virus Covid-19 agar tidak terjadi ledakan seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Mulai dari PSBB hingga PPKM darurat seolah menjadi “rem tangan” bagi pemerintah untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Hubungi RelawanTerdekat dari Daerah Anda

Saat ini bisa dikatakan Indonesia sedang mengalami krisis terkait dengan ledakan angka penyebaran Covid-19 yang jumlah penambahannya mencapai 49.509 kasus terhitung 23 Juli 2021. Diperpanjangnya PPKM darurat yang berganti nama menjadi PPKM level 4 diharapkan mampu setidaknya mengurangi terjadinya ledakan tersebut. Setiap daerah di Indonesia juga saling membuat kebijakan untuk mengatasi permasalahan tersebut di daerah masing-masing. Menurut data, angka penyebaran Covid-19 tertinggi terjadi di Pulau Jawa dan Bali. Kini semua provinsi di Pulau Jawa masuk ke dalam zona tinggi penularan virus Covid-19, termasuk provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa TengahGanjar Pranowo bahkan sampai memerintahkan seluruh Bupati/Wali Kota di Jawa Tengah melakukan lockdown pada rukun tetangga (RT) yang masuk kategori resiko tinggi Covid-19 di akhir Juni lalu. Salah satu daerah yang mencetak angka penyebaran Covid-19 yang tinggi adalah Wonogiri. Dalam sepekan terakhir, jumlah pasien aktif Covid-19 di Kabupaten Wonogiri mencapai 1.076 orang. Tercatat ada sekitar 610 orang yang menjalani isolasi mandiri dan 466 orang mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sayangnya, banyak warga yang menjalankan isolasi mandiri berada di kondisi ekonomi yang kurang, selain itu sebagian dari mereka kurang mendapat support dari lingkungannya, Sehingga mereka mau tidak mau harus keluar rumah untuk membeli kebutuhannya hanya untuk tetap bertahan hidup. Hal ini bisa memicu persebaran Covid-19 lebih meluas.

Banyaknya kasus Covid-19 di Wonogiri dan menyebabkan banyaknya orang yang melakukan isolasi mandiri, menginisiasi sejumlah komunitas pemuda di Wonogiri untuk membuat kegiatan kemanusiaan. Adalah @explore_wonogiri@wonogirilawancorona, dan @repostwonogiri yang tergabung dalam gerakan #Wonogiri Peduli Isolasi Mandiri. Gerakan tersebut merupakan kegiatan kemanusiaan untuk membantu warga Wonogiri yang sedang menjalankan isolasi mandiri. Melalui kegiatan ini, bantuan dari sukarelawan dihimpun unutk kemudian didistribusikan kepada warga yang sedang menjalankan isolasi mandiri dan dalam keadaan yang membutuhkan. Tercatat pada 12 Juli 2021 pukul 20.00 WIB, terkumpul Donasi Akhir Tahap 1 sebanyak Rp10.464.500,-.

Gerakan Pemuda dan komunitas peduli di Wonogiri

Hubungi RelawanTerdekat dari Daerah Anda

Sejauh ini kegiatan tersebut sudah menyalurkan kurang lebih 100 paket sembako di 100 titik kepada warga yang sedang menjalankan isolasi mandiri dan dalam keadaan yang membutuhkan dalam gerakan #Wonogiri Peduli Isolasi Mandiri tahap 1. Melihat kondisi pandemi Covid-19 khususnya di wilayah Wonogiri yang semakin mengkhawatirkan, #Wonogiri Peduli Isolasi Mandiri hadir kembali dengan membuka donasi tahap 2. Target Donasi tahap II, hingga tanggal 22 Juli 2021 adalah 10 juta, dengan target 100 paket. Sedangkan pendataan dan distribusi paket sembako dilakukan tanggal 22-25 Juli 2021. Paket donasi dibagi senilai 100rb/paket yang nantinya akan diwujudkan dalam paket kebutuhan pokok seperti (beras, telur, susu, gula, teh, minyak, mie instan, ikan kaleng, biscuit, dan lain-lain). Untuk memudahkan pendataan warga yang sedang melaksanakan isolasi mandiri, maka wilayah Wonogiri dibagi menjadi 4 sektor yang berisikan beberapa kecamatan di setiap sektor.

Gerakan seperti ini bukan yang pertama dilakukan di daerah Wonogiri. Sebelumnya, @wonogirilawancorona dengan tagline “Mediator & Kontributor kebaikan untuk bantu Wonogiri lawan Covid-19” pernah melakukan kegiatan serupa dengan sasaran instansi kesehatan. Terhitung pada tanggal 14 April 2020 pukul 21.00 WIB, terkumpul donasi akhir sebanyak Rp22.625.349,-. Prioritas dalam kegiatan tersebut adalah adalah penyediaan APD (hazmat, faceshield, masker medis) bagi nakes, kemudian hand sanitizer dan masker nonmedis bagi masyarakat, serta alat bantu sosialisasi edukasi berupa poster, stiker. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah barang pengadaan hasil donasi didistribusikan kepada 27 instansi kesehatan di wilayah Wonogiri.

Tak hanya di wilayah sendiri, @wonogirilawancorona juga sempat melakukan kegiatan kemanusiaan dengan mendistribusikan masker dari donatur kepada beberapa wilayah terdampak erupsi gunung Merapi pada akhir tahun 2020 yang lalu. Dengan adanya kegiatan kemanusiaan tersebut, diharapkan dapat menjadi “penolong” bagi masyarakat yang membutuhkan di tengah kondisi seperti sekarang ini dan juga menjadi pelopor kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang lainnya. Semakin banyak kegiatan serupa, maka semakin banyak pula masayarakat yang terbantu.

Kegiatan mulia ini harus didukung dan diapresiasi, sekelompok pemuda dan komunitas senantiasa berinovasi dalam melakukan kebaikan, situasi demikian tidak menyurutkan semangat untuk terus melakukan aksi positif untuk sesama. Panjang umur kebaikan dan lekas pulih Indonesiaku.

Arifuddin Fathoni (Sipo), 23 Juli 2021

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *