Artikel Managemen Proyek Konstruksi

Pentingnya Mengetahui Managemen Proyek Dalam Pelaksanaan suatu Pekerjaan

Pencapaian manajemen proyek secara efektif diartikan sebagai pengelolaan sumber daya yang ada sesuai dengan pencapaian target dan tujuan. Sumber daya proyek yang ada meliputi biaya, waktu, kualitas dan lain – lain. Sedangkan pencapaian manajemen proyek secara efisien didefinisikan sebagai pemakaian sumber daya dan penentuan aktivitas secara tepat guna termasuk penggunaan dilihat dari sisi jumlah, jenis dan lainnya.

Managemen Proyek

Hasil dari perencanaan bukanlah dokumen yang bebas dari koreksi karena sebagai acuan bagi tahapan pelaksanaan dan pengendalian, perencanaan harus terus disempurnakan secara interatif untuk menyesuaikan dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi pada proses selanjutnya.

Oleh karena itu merencanakan dan mengestimasi sebuah proyek bukan merupakan hal yang mudah, karena sebuah proyek dibatasi oleh waktu, mutu, dan biaya. Jadi dalam merencanakan harus mempunyai dasar teori yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga bila suatu ketika diadakan evaluasi dari proyek yang bersangkutan dapat ditelusuri asal dari sebuah permasalahan yang ada. Menurut George R. Terry fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut:

  1. Perencanaan (Planning )

Planning merupakan suatu tindakan pengambilan keputusan data, informasi,asumsi atau fakta kegiatan yang dipilih dan akan dilakukan pada masa mendatang. Bentuk tindakan tersebut antara lain:

  • Menetapkan tujuan dan sasaran usaha,
  • Menyusun rencana induk jangkapanjang dan pendek,
  • Menyumbang strategi dan prosedur operasi,
  • Menyiapkan pendanaan serta standar kualitas yang diharapkan.

Manfaat dari fungsi perencanaan diatas adalah sebagai alat pengawas maupun pengendalian kegiatan, atau pedoman pelaksanaan kegiatan, serta sarana untuk memilih dan menetapkan kegiatan yang diperlukan.

Tujuannya yaitu dengan meletakkan dasar tujuan dan sasaran dari suatu proyek sekaligus menyiapkan segala program teknis dan administrasi agar dapat diimplementasikan.

Manajemen proyek sendiri terbagi menjadi bagian-bagian ilmu yaitu project scope management, project time management, project cost management, project quality management, project human resource management, project communications management, project risk management, project procurement management, dan project integration management (Project Management Institute, 1996).

  1. Pengorganisasian (Organizing)

Pada kegiatan ini dilakukan identifikasi dan pengelompokkan jenis jenis pekerjaan, menentukan pendelegasian wewenang dan tanggung jawab perorangan serta meletakkan dasar bagi hubungan masing-masin unsur organisasi.

  1. Pelaksanaan (Actuating)

Merupakan implementasi dari perencanaan yang telah ditetapkan. Berupa tindakan menyelaraskan seluruh anggota organisasi dalam kegiatan pelaksanaan, serta agar seluruh anggota organisasi dapat bekerja sama dalam pencapaian tujuan bersama.

  1. Pengendalian (Controlling)

Pengendalian mempengaruhi hasil akhir suatu proyek.Tujuan utama dari kegiatan pengendalian yaitu meminimalisasi segala penyimpangan yang dapat terjadi selama berlangsungnya proyek.

Unsur-Unsur Organisasi Proyek

Dalam sebuah proyek, ada 3 unsur penting proyek agar bisa berjalan dengan baik. Apakah bahan atau material juga termasuk didalamnya? ternyata tidak, Dalam sistem ketatanegaraan, ada 3 hal penting agar sebuah negara bisa berjalan dengan baik yaitu legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Demikian juga dalam sebuah proyek, ada 3 unsur penting yaitu owner, konsultan, dan kontraktor.

  1. Pemilik Proyek

Pemilik proyek atau disebut juga pemberi tugas, owner adalah suatu badan usaha atau perorangan, baik pemerintah maupun swasta yang meiliki, memberikan pekerjaan, serta membiayai suatu proyek dalam proses pembangunan suatu proyek.

Tugas, Wewenang, dan Tanggungjawab Pemilik Proyek

  1. Menunjuk dan    mengangkat  wakilnya       bagi    kebutuhan perencanaan dan pelaksanaan
  2. Mengesahkan keputusan yang menyangkut biaya, mutu, dan waktu pelaksanaan
  3. Menyelesaikan perselisihan menyangkut proyek yang terjadi antara bawahannya dengan pihak pemborong.

       2. Konsultan Perencana

Konsultan perencana memmpunyai kewajiban atau tugas yang merencanakan suatu rencana dala perencanaan struktur, arsitektur, dan mekanikal/elektrikal, dengan ketentuan yang diinginkan oleh pemilik proyek

Tugas atau Kegiatan Konsultan Perencana

  1. Membuat sketsa dan memberikan gagasan gambaran pekerjaan, meliputi pembagian ruang, rencana pelaksanaan, dan lainnya.
  2. Membuat gambar detail/penjelasan lengkap dengan perhitungan konstruksinya.
  3. Membuat rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB)
  4. Tempat berkonsultasi jika ada hal-hal yang meragukan di bidang arsitektural, struktur dan ME.

    3. Konsultan Pengawas

Konsultan pengawas adalah organisasi atau perorangan yang bersifat multidisiplin yang bekerja untuk dan atas nama pemilik proyek.

Pengawas harus mampu bekerjasama dengan konsultan perencana dalam suatu proyek.

Tugas atau Kegiatan Konsultan Pengawas:

  1. Menentukan pengawasan berkala serta memberikan pengarahan, petunjuk dan penjelasan kepada pelaksana konstruksi serta meneliti hasil-hasil yang telah dikerjakan.
  2. Memberikan rekomendasi progress report pekerjaan pelaksana untuk meminta dana kepada pemilik proyek untuk membiayai pelaksanaan pekerjaan selanjutnya.
  3. Memberikan teguarn dan/au peringatan kepada pelaksana kostruksi apabila dalam pelaksanaan pekerjaan terjadi penyimpangan dari spesifikasi dan gambar-gambar teknis
  4. Mempersiapkan, mengawasi dan melaporkan hasil pelaksanaan proyek kepada pemilik proyek.

    4. Kontraktor Pelaksana

Kontraktor pelaksana adalah perusahaan berbadan hukum yang bergerak dalam bidang pelaksanaan pemborongan. Kontraktor dapat berupa perseorangan ataupun badan hukum, baik pemerintah maupun swasta yang telah ditetapkan dari pemilik proyek serta telah menandatangani Surat Perjanjian Kerja.

Kontraktor pelaksana ini bekerja dengan mengacu pada gambar kerja, rencana kerja, dan syarat-syarat (RKS) yang telah disusun sebelumnya. Kegiatan Kontraktor Pelaksana

  1. Melaksanakan semua kesepakatan yang ada dalam kontrak kerja, baik dari segi schedulling pelaksanaan maupun masa pemeliharaan.
  2. Mematuhi dan melaksanakan segala petunjuk yang diberikan oleh direksi
  3. Menyediakan tenaga kerja, bahan, perlengkapan, dan jasa yang diperlukan sesuai

Nugroho D Santoso, 23 Juni 2021

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *