Insdu.id Gapura Wonogiri

Kontribusi Pemuda terhadap Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Wonogiri

Wonogiri merupakan daerah yang mempunyai kemajumukan tersendiri. Memiliki beragam ciri khas yang menjadi jati diri suatu daerah. Saya merupakan satu dari sekian banyak pemuda yang mempunyai mimpi dan kiat kuat dalam bidang kemajuan kualitas pendidikan. Melanjutkan pendidikan bukan sekedar kepuasan gelar dan tempat untuk berprestasi. Namun, bisa lebih dari hal demikian. Definisi berprestasi menurut saya dapat diartikan menjadi sebuah pribadi yang mampu mengolah sesuatu menjadi yang lebih baik lagi dengan sebuah inovasi dan kreasi yang dapat dipertanggung jawabkan dan berkelanjutan. Jadi, hal ini harus bisa disepakati bersama bahwa berprestasi bukan hanya soal medali, bukan hanya soal karya yang bisa dipublikasi tanpa dipertanggung jawabkan dan berkelanjutan, bukan hanya soal kemanangan dari sebuah kompetisi, dan bukan juga penghargaan yang diperoleh. Lebih dalam lagi dalam pemaknaannya sehingga para pemuda lebih menjiwai arti kata berprestasi, yang didalamnya terdapat pengabdian, tanggung jawab, berkarya, berinovasi, dan berkreasi.

Berorientasi terhadap daerah tentunya harus lebih terarah dan terukur perencanaanya. Saya bersyukur setelah tamat dari Sekolah Menengah Pertama mendapat program beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Jawa Tengah yang memberi tempat untuk bisa bersekolah, sekaligus mengaktualisasi diri. Selama 3 tahun kurang lebih di Semarang membuat saya harus bisa memanfaatkan waktu dan tempat yang diberikan. Mempelajari budaya, pola pikir, tata kota, kebiasaan, dan senantiasa ditempa dalam hal karakter diri. Karakter merupakan hal yang fundamental atau mendasar yang harus diperhatikan guna mewujudkan Sumber Daya Manusia yang handal, berkompeten, dan kredibel. Terdapat banyak pelajaran berharga namun sederhana yang setiap hari dibiasakan bahwa itu berefek kebelakang dan membentuk pola pikir yang kritis.


Hal kecil yang biasa kami lakukan dari sekian banyak adab yang diajarkan, setiap dijalan area komplek jika menemui puntung rokok atau daun yang jatuh harus dipungut dan dibuang pada tempatnya yang telah disediakan sesuai jenisnya, tidak berhenti disitu kita diminta untuk memikirnya serta menindaklanjuti sampah yang sudah terkumpul harus diolah dan dijadikan hal yang lebih bermanfaat dan bernilai. Sehingga tercipta sebuah sistem yang ada tujuannya serta berkelanjutan. Hal ini membuat saya berfikir bahwa hal yang kecil demikian adalah sebuah pola pikir yang berusaha di tanamkan oleh siswa di Sekolah Menengah Kejuaruan Negeri Jawa Tengah sehingga para siswa diharapkan dapat mengkonversi dalam bentuk hal lain yang sama demikian. Ketika kita mempunyai kiat kuat untuk memajukan sebuah daerah maka kualitas sumber daya manusia adalah kunci dasar membangun diri juga soal membangun negeri.

Saya bersyukur mendengar adanya beasiswa Daerah Wonogiri yang secara aktif mendukung para pemuda-pemudi di Wonogiri ikut serta memikirkan keberlanjutan pembangunan di Wonogiri. Terdapat beberapa bidang yang menunjang kemajuan sebuah daerahnya diantaranaya SDA (Sumber Daya Alam) yang merupakan aspek penting dalam pembangunan ekonomi, disisi lain sumber daya alam berperan sebagai penjaga hubungan sosial, karena isu lingkungan sendiri sangat sensitif ketika ada hal yang bersinggungan langsung dengannya dan dirasa tidak sesuai kaidah atau prosedur yang ada. Alam harus dimanfaatkan dengan baik dan benar. Tanpa adanya sumber daya alam mustahil akan terjadi pembangunan. Sumber daya alam terdapat 2 (dua ) bidang yakni Sumber Daya Alam Hayati dan Non Hayati. Wonogiri mempunyai kekayaan alam yang berlimpah dan harus segera ditangani dengan serius, 182,836 hektar. Terbagi menjadi 2 bagian sektor pertanian di Wonogiri, dibagian Utara dan Selatan.

Bagian Selatan mempunyai karakteristik curah hujan sedikit, tanah berkapur, mempunyai sumber air dalam yang belum dimanfaatkan secara optimal, secara umum hanya mengandalkan curah hujan sehingga mayoritas berladang palawija. Sedangkan bagian Utara dominanan dengan curah hujan yang cukup sehingga memungkinkan dengan ladang pertanian yang lebih luas dan beragam didukung saluran irigasi yang baik dan cukup. Dengan hasil bumi Kabupaten Wonogiri diantaranya Singkong, Coklat, Kacang Mede, Emping Melinjo, Sayur-sayuran, Porang yang sedang naik daun dan masih banyak lagi. Hal ini menjadi sebuah salah satu topik dan sebuah pokok bahasan yang patut didiskusikan dan segera dilakukan pemecahan masalah. Ketimpangan ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri agar daerah bisa didorong produktifitasnya. Pemuda baik siapapun bisa bersama-sama mencari solusi dan bertindak bersama.


Terdapat banyak mahasiswa yang fokus dalam pertanian, ilmu pemerintahan, ekonomi, geologi dan aspek pendukung lainnya saling berkolaborasi menjadi putra daerah yang bertanggung jawab dan mempunyai empati terhadap daerahnya, mari menjaga dan bersama membangun daerah. Membuat program Cipta Nyata Mahasiswa yang bertujuan melakukan proyek pembangunan daerah, memanggil semua putra-putri daerah yang berkompeten untuk ikut serta dalam percepatan perbaikan pembangunan daerah, dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan atas nama kebersamaan dan pemuda daerah.

Hal ini berkolerasi dengan aspek yang kedua yakni kualitas  SDM (Sumber Daya Manusia), harus ditekankan bahwa kualitas dan kuantitas manusia harus dibentuk sedini mungkin, pola pendidikan yang ditanamkan di keluarga dan di sekolah haruslah berkesinambungan. Membentuk iklim yang baik dalam pergaulan. Dalam hal ini saya mempunyai gagasan, iklim yang baik akan dapat ditunjang dengan sistem yang baik, kebijakan yang baik dan adil, serta pemantauan secara berkala. Sebagai ilustrasi terdapat sebuah program desa cerdas terintegrasi. Wajib disetiap instansi sekolah yang harus membuat gerakan lintas karya dengan daerah setempat. Desa atau daerah memberikan kesempatan dan kerja sama dengan sekolah untuk membentuk lingkungan yang sehat. Memanfaatkan ruang publik secara optimal. Sebuah taman desa dimana ada berbagai fasilitas yang lengkap mulai dari aspek olahraga, literasi, edukasi, sosial, budaya, dan ekonomi. Didalamnya memanfaatkan anak atau siswa yang menjadi penggerak atau motornya. Literasi diminta per sekolah ada tim jurnalistik yang saling berbagi informasi tentang dunia luar dan berita positif. Edukasi dirancang oleh ahli arsitektur dan teknik putra daerahnya, ada permainan atau wahana yang tidak hanya sebagai permainan saja namun ada nilai tambahnya. Olahraga dirancang sedemikian rupa memenuhi karakteristik daerahnya, lebih suka bersepeda, lari dan yang lainnya. Begitupun bidang atau aspek yang lain seperti sosial, ekonomi, budaya, serta akses yang mudah dapat dirancang oleh pemuda-pemudi yang berkompeten.

 

Memberikan kesempatan berkarya sekaligus memajukan infrastruktur daerah. Semua bidang tersebut juga harus dihidupkan oleh pemuda-pemudi sehingga terciptanya iklim positif yang baik bagi sebuah desa, terciptanya ruang publik hijau yang menyehatkan dan edukatif, terbentuknya karakter pemuda yang kreatif dan inovatif, membentuk jiwa wirausaha pemuda-pemudi sejak dini, serta terbentukya desa cerdas.

Digitalisasi daerah harus segera diwujudkan, pemerataan pendidikan dan kualitas kesehatan harus disegerakan, pengembangan desa terpencil harus dioptimalkan, pemerataan kerja harus diperhatikan serius, optimalisasi tata ruang harus segera dibuat kebijakan yang transparan dan adil, serta pemenuhan kebutuhan pokok yang mandiri menuju kedaulatan pangan daerah. Dalam hal digital saya berusaha saat ini mengembangkan media literasi yang didalamnya saya desain untuk pengembangan diri, membantu membangun personal branding (brand personal) dengan memberikan media untuk berkarya di media online seperti website, Instagram dan media lain. 

 

Memberikan dukungan penuh terhadap semua karya dan gerakan positif putra-putri daerah agar saling terkoneksi di internet sehingga membuat percepatan dalam pergerakan lingkar positif. Memberikan wadah untuk publikasi jurnal, artikel, dan literasi lainnya untuk menunjang semangat menulis dan membaca. Membantu promosi di media online kegiatan UMKM atau usaha mandiri secara gratis. Sebagai media publikasi putra-putri daerah Jawa Tengah yang berdampak baik untuk perkembangan diri menjadi lebih produktif, berprestasi, berkarya, pengabdian dan melakuakan gerakan positif lainnya untuk daerahnya sehingga dapat terpublikasi dengan harapan memberikan radiasi positif bagi putra-putri daerah ynag lain untuk terus meningkatkan kualitas diri. Dan masih banyak platform yang masih berusaha saya bangun di dunia digital dengan media Insdu.Id ini.

Selain dunia digial yang menjadi basis gerakan saya di lapangan untuk daerah, saya juga mempunyai fokus terhadap ketahanan pangan daerah dimana hal ini menjadi dasar yang harus diperkuat. Kualitas pangan yang baik memengaruhi pergerakan ekonomi daerah serta berkorelasi dengan perkembangan kualitas kesehatan masyarakatnya. Saat ini saya sedang berusaha mengembangkan ketahanan pangan dengan metode hidroponik, meskipun masih berskala rumahan namun saya yakin suatu saat berkembang dan menjadi skala industri di daerah Wonogiri serta menjadi program padat karya. Dampaknya menjadi daerah yang mandiri pangan walaupun mayoritas kita di daerah yang cukup panas sehingga harus ada perilaku khusus untuk pangan sayuran yang saat ini masih banyak bergantung didataran tinggi yang tak jarang mensuplai dari daerah lain.

 

Dalam merancang paper atau jurnal pun saya merasakan bahwa data diberbagai bidang terkadang masih belum banyak untuk daerah Wonogiri. Pola Pendidikan yang harus ditekankan sekarang bukan hanya sekedar mengerjakan soal dan menjawabnya. Namun harus ada terobosan yang lebih dini agar mendongrak lebih kritis lagi baik yang masih siswa maupun mahasiswa. Mendorong dan memfasilitasi berbagai program penelitian serta kajian yang objeknya lokal harus digencarkan agar tercapainya dan dapat mengikuti perkembangan zaman yakni era big data ( zamannya data). Harapannya Wonogiri mempunyai basis data yang lengkap dan akurat serta dapat diperbaharui seiring perkembangan daerah itu sendiri. Sehingga dapat mendorong putra-putri daerah lebih produktif dalam melakukan kajian, literasi, penelitian, dan gerakan hasil dari basis data yang diperoleh.

 

Saya yakin pemuda Wonogiri mampu mendunia, mampu membuat lingkar positif yang saling terintegrasi dalam berbagai disiplin ilmu. Dengan gagasan “Desa Cerdas Terintegrasi” harapannya dapat memantik ide lain yang berkolerasi didalamnya. Dengan gagasan “Digitalisasi Karya” melalui platform website Insdu.Id, harapannya dapat memacu semangat berkompetisi dalam hal karya, aksi nyata, pengabdian, dan gerakan positif lainnya. Dengan program mendongkrak “Pemuda Kritis” harapannya terbentuk pola pikir yang kritis dan berwawasan berkelanjutan. Dengan gerakan “Petani Muda” dengan hidroponik (@hidroponiknya.Insdu) saya, harapannya memacu semangat optimisme berwirausaha sekaligus membantu mewujudkan kedaulatan daerah Wonogiri.

 

Salam Wonogiri Sukses, daerah yang berdaulat dan makmur. Salam berproses dan semangat berkarya wahai para pemuda Wonogiri.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *