Managemen Konstruksi jenis jenis biaya di proyek Nugroho Dwi Santoso

Jenis – jenis Biaya Dalam Proyek Konstruksi

Sebuah proyek tentunya ada perencanaan biaya yang harus di ploting secara detail, agar tujuan (profit) jelas dan terukur. Meminimalisir loses atau kerugian dan meningkatkan efektifitas, efisien , dan ekonomis suatu pekerjaan adalah hal yang harus dilakukan. Namun, harus tetap memperhatikan kuantitas dan kualitas hasil proyek tersebut. Berikut uraian biaya yang ada di proyek secara umum dilakukan di Indonesia.

BIAYA LANGSUNG (DIRECT COST)

Biaya langsung merupakan semua biaya yang langsung berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi di lapangan. Biaya langsung sendiri bisa dikelompokkan dalam beberapa jenis, yaitu :

1. Biaya Material

Biaya untuk pembelian bahan dan material yang dihitung dengan analisis harga satuan. Dengan memperhatikan harga satuan, biaya ongkir, system pembayaran, pajak dan lain sebagainya

2. Biaya Upah Buruh

Biaya untuk membayar upah atas pekerja yang diperhitungkan terhadap satuan item mata pembayaran tertentu dan biasanya sudah memiliki standar harga satuannya.

3. Biaya Peralatan atau Equipments (repair dan Maintenance)

Biaya terhadap peralatan untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi. Dalam perhitungan biaya ini pula perlu diperhatikan beberapa hal seperti ongkos keluar masuk gudang, ongkos buruh pengopersi, dan biaya operasi jika peralatan merupakan barang sewaan serta investasi, depresiasi, reparasi, pemeliharaan, dan ongkos mobilisasi jika peralatan merupakan barang tidak disewa.

 

BIAYA TIDAK LANGSUNG (INDIRECT COST)

Biaya tidak langsung (Indirect Cost) merupakan biaya proyek yang tidak secara langsung berhubungan dengan konstruksi di lapangan dalam hal ini tidak langsung bersentuhan dengan produksi dilapangan. Meskipun begitu, biaya tidak langsung harus ada dan tidak bisa dilepaskan dari proyek yang tengah berjalan. Biaya tidak langsung ini belum secara eksplisit dihitung pada tiap proyek konstruksi tetapi perlu diperkirakan guna alokasi biaya di luar pekerjaan konstruksi. Meliputi sebagai berikut.

1. Biaya tak terduga atau unexpected costs

Perlunya sebuah managemen risiko yang detail yang berhubungan dengan biaya. Hal ini dapat di iput pada biaya yang disiapkan untuk kejadian-kejadian yang mungkin terjadi ataupun mungkin tidak terjadi. Sebagai contoh adalah jika terjadi banjir di lokasi proyek, tentu akan ada biaya khusus untuk mengatasinya. Biaya tak terduga sendiri umumnya diperkirakan antara 0,5 sampai 5% dari biaya total proyek.

Hal-hal   yang termasuk dalam biaya tak terduga ini adalah

a. Akibat Kesalahan, seperti gambar kerja yang tidak lengkap atau kontraktor yang salah dalam melakukan pekerjaan.

b. Ketidakpastian Subjektif, artinya ada interpretasi yang subjektif terhadap sesuatu seperti penggunaan bahan tertentu yang diartikan berbeda oleh pekerja.

c. Ketidakpastian Objektif, artinya ada ketidakpastian akan perlu tidaknya suatu pekerjaan karena ditentukan oleh objek diluar kemampuan manusia. Contohnya adalah pemasangan sheet pile untuk pondasi yang ditentukan oleh tinggi rendahnya muka air tanah.

d. Variasi Efisiensi, yaitu ada tidaknya efisiensi dari sumber daya seperti buruh, material, dan peralatan.

 

KEUNTUNGAN ATAU PROFIT
Hasil yang didapat dari pelaksanaan sebuah proyek. Keuntungan ini tidak sama dengan gaji karena dalam keuntungan terkandung usaha, keahlian, ditambah pula dengan adanya faktor risiko.

BIAYA OVERHEAD
Biaya tambahan yang tidak terkait langsung dengan proses berjalannya proyek tetapi harus tetap dimasukkan ke dalam anggaran layaknya biaya lain agar proyek dapat berjalan dengan baik. Diantaranya terbagi menjadi 2 item sebagai berikut ;

a. Overhead di Lapangan, meliputi fasilitas yang mendukuing kegiatan dilapangan seperti, fasilitas sementara seperti gudang, kantor lapangan, pagar, penerangan, transportasi, dan komunikasi, biaya bank, izin bangunan, peralatan habis pakai, biaya untuk rapat lapangan, biaya pengukuran, serta biaya kualitas kontrol.
b. Overhead Kantor, hal yang berkaitan dengan kegiatan perkantoran seperti listrik, sewa kantor dan fasilitasnya, gaji pegawai, izin usaha, referensi bank, dan humas sosial masyarakat

 

 

Dalam sebuah proyek konstruksi tentunya ada beberapa hal juga yang harus diperhatikan guna menyusun atau merencanakan biaya. Proyek akan senantiasa dinilai keberhasilan dari berbagai aspek selain ketiga aspek diatas (biaya, waktu, mutu) tentunya harus ada aspek lainnya yang mendukung keberhasilan suatu proyek ;

1.    Mempunya nilai tambah yang berbeda / khas

Dalam hal ini harus diperhatikan dalam metode, teknologi, proses pekerjaan dan berbagai aspek lainnya, walaupun proyek kebanyakan adalah sama namun pasti ada yang membuat pembeda dengan yang lain. Kegiatan yang sama persis (tidak ada proyek yang identik, yang ada adalah proyek yang sejenis), proyek bersifat sementara, dan selalu terlibat grup pekerja yang berbeda-beda.

2.        Dibutuhkan sumber daya (resource)

Setiap proyek membutuhkan sumber daya baik manusia maupun alat bantu lainnya seperti mesin, metode, dan material. Dalam kenyataannya, mengorganisasikan pekerja lebih sulit dibandingkan dengan sumber daya lainnya.

3.        Organisasi

Setiap organisasi mempunyai keragaman tujuan dimana didalamnya terlibat sejumlah individu dengan keahlian yang bervariasi, perbedaan keterkaitan.

4.     Sosial

Dalam suatu proyek tentunya ada aspek yang penting yang harus di atur dan diperhatikan dimana tempat lokasi proyek tidak selalu di lokasi yang asing atau jauh dari kehidupan bermasyarakat. Sering kali kadang adanya konflik eksternal yang dibiarkan secara larut sehingga memengaruhi produktifitas proyek. Sehingga harus ada perhatian khusus dalam pengatiran kehidupan sosial bermasyarakat di proyek.

Bogor, 13 April 2021 | Nugroho Dwi Santoso

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *