Project Nugroho Dwi Santoso Insdu.Id

Aplikasi Water Treatment Plant pada pengolahan Limbah Beton dengan Sistem Aerasi dan Filterisasi

Indonesia dewasa ini sedang gencar dalam hal pembangunan infrastruktur di semua sektor. Mulai dari sektor penunjang ekonomi, pertanian, pendidikan, pariwisata, dan masih banyak lagi. Berbagai pihak ikut serta berpartisipasi dalam proses pembangunan ini. Pembangunan infrastruktur secara massif dan menyebar ke seluruh wilayah Indonesia ini digagas guna memastikan terjaminnya ketersediaan infrastruktur agar dapat menjadi lompatan bagi Indonesia untuk menuju negara maju, sekaligus dapat lepas dari perangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”.

 

 

 

Kurun waktu 2015 – 2019 tercatat 2.650 Km jalan baru, 1.000 Km Jalan Tol, 46.770 Km Pemeliharan jalan, 15 bandara baru, 24 pelabuhan baru, 3.258 Km rel kereta api, dan berbagai pembangunan penunjang lainnya. Sebagian besar adalah bangunan baru yang dasarnya dari bangunan konstruksi. Dimana dalam hal ini material beton sangatlah dominan didalamnya. Seiring dengan hal itu banyak juga inovasi-inovasi di dalamnya. Salah satunya adalah tetap konsistenya dalam menjaga lingkungan alam disekeliling proyek suatu konstruksi.

Isu lingkungan sangatlah sensitif, oleh karena itu dalam pelaksanaannya harus diperhatikan benar dan dijadikan prioritas. Selain taat pada peraturan perundang-undangan mengenai hal-hal yang menyangkut aspek lingkungan kita harus menyadari bahwa hal itu harus dijaga dan tidak merusaknya. Hal tersebut sejalan dengan tanggung jawab kita terhadap lingkungan. Dengan ada dan tidaknya regulasi sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

Pembangunan  konstruksi  pada  umumnya menggunakan  beton  siap  pakai  (ready  mix)  yang penerapanya  sering  terjadi  kelebihan  supply,sisanya  hanya  dibuang  disembarangan  tempat.Limbah  beton  yang  dibiarkan  tanpa  ada penanganan  akan  menimbulkan  permasalahan tersendiri  bagi  lingkungan.  Pembuangan  limbah memerlukan biaya dan tempat pembuangan. Menurut Sandrolini dan Franzoni (2001), selama proses produksi 9 m3 beton segar akan dihasilkan 700 sampai 1300 liter air limbah. Apabila air limbah ini dibuang secara langsung, maka akan ditemukan beberapa resiko yang cukup besar, diantaranya:

1) jika dibuang melalui saluran air, akan menyebabkan terjadinya sedimentasi yang dapat mengeras di dasar saluran,

2) apabila dibuang ke tanah, maka akan merembes dan menurunkan kesuburan tanah di sekitarnya. Sebaliknya, jika air limbah dari proses produksi beton dapat dimanfaatkan kembali maka akan diperoleh keuntungan ganda yaitu:

1) mengurangi resiko pencemaran lingkungan, dan

2) memberikan sumbangan untuk menghemat konsumsi air bersih guna mengatasi ancaman krisis air.

Pemanfaatan air limbah produksi beton yang mengandung kotoran berupa sisa air semen dari hasil pencucian concrete mixer dan truck mixer di pabrik beton ready-mix juga akan mempengaruhi kualitas dan durabilitas beton yang dihasilkan.

Terdapat 2 (dua) output limbah yakni, limbah cair yang mengandung semen dan limbah padat juga mengandung semen. kandungan kimia yang dilakukan di Laboratorium Kimia BTKL (Balai Teknologi dan Kesehatan Lingkungan) Yogyakarta, air limbah dari proses produksi beton memiliki kandungan Cl- sebesar 39 mg/l, SO4 2- sebesar 167 mg/l, dan kandungan zat padat endapan sebesar 56 ml/l.

 

 

Sketsa Plan Limbah Beton
Data Limbah Beton berdasarkan survei lapangan di On Site Plant Ciawi

Water Treatment Process

Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) adalah sistem atau sarana yang berfungsi untuk mengolah air dari kualitaas air baku (influent) terkontaminasi untuk mendapatkan perawatan kualitas air yang diinginkan sesuai standar mutu bias digunakan kembali.

Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) merupakan sarana yang penting di seluruh dunia yang akan menghasilkan air bersih yang berasal dari air yang sudah terkontaminasi atau mengandung bahan tidak ramah lingkungan. Biasanya bangunan atau konstruksi ini terdiri dari 5 proses, yaitu: koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan desinfeksi.

 

Skema Aplikasi Water Treatmen Process dengan sistem Aerasi Nugroho Dwi Santoso
Skema Aplikasi Water Treatmen Process dengan sistem Aerasi Nugroho Dwi Santoso

Aerasi System

Suatu proses penambahan udara/oksigen dalam air dengan membawa air dan udara ke dalam kontak yang dekat, dengan cara menyemprotkan air ke udara (air ke dalam udara) atau dengan memberikan gelembung-gelembung halus udara dan membiarkannya naik melalui air (udara ke dalam air).

Sumber lain menjelaskan bahwa aerasi adalah suatu proses atau usaha dalam menambahkan konsentrasi oksigen yang terkandung dalam air limbah, agar proses oksidasi biologi oleh mikrob akan dapat berjalan dengan baik. Dalam melakukan proses Aerasi ini perlu menggunakan alat yang dinamakan aerator. Prinsip kerja alat ini adalah untuk menambahkan oksigen terlarut di dalam air tersebut. Kemudian yang menjadi tugas utama dari aerator ini adalah memperbesar permukaan kontak antara air dan udara.

 

Benefit dari adanya pengolahan Water Treatment Process
Dalam sebuah pekerjaan tentunya semua mempunya korelasi yang saling terikat satu sama lain, tugas setiap insan adalah menjaga agar tetap harmonis dan saling menghormati, baik dengan alam, sesama, dan makhluk hidup lainnya.

Dunia konstruksi senantiasa bergerak cepat, isu lingkungan pun turut serta menjadi perhatian serius, bukan hanya dalam bidang konstruksi saja namun bidang lain yang tak sedikit menimbulkan kontroversi pro dan kontra disetiap pelaksanaannya. Alih-alih akan memajukan perekonomian daerah justru semangat itu belum banyak yang disertai dengan semangat menjaga lingkungan. Hal ini harusnya menjadi pekerjaan yang harus di prioritaskan. pekerjaan tingkat risiko tinggi mulai dari sektor tambang, minyak gas, sampai dengan sektor perumahan harus segera diatasi permasalahan limbah ini. 

Hal kecil dalam sebuah desa di daerah saya Jatisrono, Wonogiri pun belum signifikan, masih banyak pabrik tahu misalnya yang masih seenaknya sendiri membuang limbah sisa produksinya. Saya mencoba mengangkat dan mengingatkan bahaya limbah dari sektor yang kecil. Melihat sektor kecil yang dampaknya luar biasa buruk  bagi lingkungan apalagi dengan sektor tingkat risiko tiggi seperti tambang, minyak gas, konstruksi dan masih banyak lagi. Artikel ini hanyalah sebiah contoh kecil pembahasan serta contoh kecil aplikasi yang sudah diterapkan pada sebuah proyek. Harapannya menjadi acuan dan semangat kawan-kawan serta pelaku usaha untuk serius dalam menjaga lingkungan bersama. 

Siklus Proses Aerasi 

Aplikasi ini semoga terus dikembangkan dan senantiasa dievaluasi agar menjadi sebuah aplikasi sistem yang terintegrasi dan terbukti berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Siklus proses kerja sistem Aerasi ini direncanakan dengan memperhatikan lahan dan kondisi lapangan. Memperhatikan limbah hasil produksi yang dihasilkan perhari, jumlah alat berat yang dioperasikan, jumlah air yang digunakan, dan beberapa aspek lainnya yang ikut turut serta manjadi bahan perencanaan WTP (Water Treatment Process) ini.Dalam skema berikut disajikan struktur badan WTP (Water Treatment Plant) inti. Dimana ada 2 Bak penampungan besar pertama yang kami sebut Intake dan sub Intake yang bertugas sebagai penampung limbah padat diawal dengan metode sedimentasi. Selanjutanya bak Inti WTP (water Treatment Process) ini lah yang bertugas sebagai sistem aerasinya.

Siklus Proses WTP Sistem Aerasi
Siklus skema ini kami masih terus melakukan pengembangan

Kelestarian lingkungan harus diperhatikan dan diprioritaskan. Ada dan tidaknya regulasi harus sudah menjadi kewajiban setiap insan untuk tetap menjaga dan melestarikan alam. Setiap pekerjaan yang bersinggungan dengan alam sekitar dan masyarakat langsung harus diperhatikan semua aspek yang akan bersenthan langsung dengan alam lingkungan. Merencanakan penanggulangan, action , mitigasi, serta monitoring berkala. Lingkungan meliputi sosial masyarakat, udara, suara, air, tanah, dan makhluk hidup lainnya di alam harus diperhatikan.

Memulai dari hal yang sederhana salah satunya dengan membangun sistem pengolahan air limbah akan berdampak positif terhadap semua bidang. Baik internal perusahaan sendiri dan eksternalnya. Harapannya Water Treatment Plant sistem Aerasi menjadi suntikan semangat menjaga lingkungan baik di tigkat perumahan hingga tingkat pekerjaan high risk.

Menjadi catatan penting, sistem ini adalah bentuk inovasi yang harus dikembangkan lagi, mulai dari perhitungan dimensi strukur, material yang digunakan, sistem kerjanya, alur prosesnya, alat pendukung yang lebih optimal kinerja dan lebih efektif serta efisien.

Besar harapan kami mendapat usulan serta kritik dan saran yang membangun guna melengkapi agar menjadi program komitmen kelestarian alam yang berkualitas, tepat sasaran, dan berdampak positif. Salam Berproses dan Semangat Berkarya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *