Aplikasi Ruang Terbuka HIjau Insdu.Id

Aplikasi / Software Transparansi Ruang Terbuka Hijau Daerah

Perkembangan Populasi di Indonesia Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 jumlah penduduk Indonesia pada 2020 sebanyak 269,6 juta jiwa. Di mana jumlah penduduk laki-laki 135,34 juta jiwa, lebih banyak dibanding perempuan yang hanya 134,27 juta jiwa. Sensus penduduk terakhir dilakukan pada 2010, dan sensus berikutnya akan dilakukan pada 2020. Tiga provinsi di Pulau Jawa mendominasi sekitar 46% jumlah populasi di Indonesia. Ketiga provinsi tersebut adalah Jawa Barat (49,57 juta jiwa), Jawa Timur (39,96 juta jiwa), dan Jawa Tengah (34,74 juta jiwa). Sementara tiga provinsi dengan populasi paling sedikit adalah Kalimantan Utara (710 ribu jiwa), Papua Barat (990 ribu jiwa), dan Gorontalo (1,19 juta jiwa). Ketiga provinsi tersebut merupakan daerah hasil pemekaran wilayah. (Sumber katadata.co.id)

 

Hal ini harus disertai dengan perencanaan penataan ruang hidup yang meliputi tempat tinggal, ruang terbuka, akses transportasi, dan lain sebagainya. Tempat tinggal menjadi salah satu pokok dari sekian banyak yang harus ditata seiring bertambahnya populasi di Indonesia. Hal ini dapat di korelasikan dengan kebutuhan ruang terbuka di sekitar atau disetiap daerah yang mana sudah diatur dalam UU Ruang Terbuka Hijau.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Menteri PU No.05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan disebutkan bahwa pengertian Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area memanjang/jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Dalam UU No. 26 Tahun 2007, secara khusus mengamanatkan perlunya penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau, yang proporsi luasannya ditetapkan paling sedikit 30 (tiga puluh) persen dari luas wilayah kota.

Nah, dalam hal ini kita mencoba fokus pada “proporsi luasannya ditetapkan paling sedikit 30 (tiga puluh) persen dari luas wilayah kota”, setelah membaca dari berbagai sumber dan melihat praktik langsung dilapangan hal ini menjadi sebuah peluang adanya sebuah sistem yang bisa memonitor dan juga sebagai penguat regulasi. Hal yang harus diperhatikan dari regulasi tersebut :

1. Perlu adanya kampanye ruang terbuka hijau.
2. Perlu adanya edukasi terhadap masyarakat baik pelaku usaha property, masyarakat awam, dan semua pelaku dalam kota, agar mengetahui dan paham tentang dampak regulasi ini.
3. Harus adanya monitoring dalam setiap penataan ruang terbuka di setiap daerah agar tidak ada faktor kepentingan pribadi.
4. Masyarakat harus teredukasi dan ikut mensukseskan regulasi ini.
5. Adanya sebuah kepastian hukum jika suatu daerah melanggar dari ketentuan regulasi ini.
6. Harus adanya transparansi pemakaian lahan aktif di semua titik setiap daerah dengan detail dan selalu diperbaharui.

Dari beberapa faktor tersebut sebagai pemuda yang berorientasi pada ketepatan data, disiplin regulasi, kekinian, dan tepat sasaran, maka ada beberapa yang bisa dikerjakan guna membantu dan ikut berpartisipasi menjaga lingkungan, membantu sesama, dan sekaligus membantu pemerintah serta meminimalisir ketidaktepatan dalam menyusun merencanakan ruang terbuka setiap daerah ini. Beberapa diantaraya :
1. Membuat sebuah software yang berisi sistem kontrol data pemetaan detail suatu kota/kabupaten, yang memliki unsur utama monitoring volume ruang terbuka hijau, ruang publik terintegrasi, dan ruang-ruang lain yang berfaedah.
2. Membuat sebuah gerakan / kampanye peduli lingkungan dan lahan terbuka hijau (bekerja sama dengan komunitas lingkungan dan sejenis lainnya)
3. Sofware atau program tersebut bisa sekaligus menjadi pokok projectnya dimana didala program tersebut terdapat sebuah aplikasi pemantauan, website edukasi diserati media sosial seperti Instagram, tweeter, facebook, dan media sosial lainnya.
4. Mendorong pemerintah daerah lebih aktif terhadap ruang terbuka hijau ini, agar transparan, sesuai regulasi, mengutamakan kepentingan rakyat serta menjaga lingkungan.

Hal ini dapat menjad sebuah gerakan kecil yang berdampak bagi pemuda-pemudi daerah, hal hal positif yang bisa kita dapat dari sebuah ide diatas :
1. Mengembangkan potensi diri (kualitas Sumber Daya Manusia daerah) go digital.
2. Ikut mengedukasi hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
3. Ikut berpartisipasi menjadi Warga Negara Indonesia yang aktif.
4. Transparansi data lahan menjadi hal yang utama, disisi lain transparansi anggaran daerah.
5. Pemanfaatan Sumber Daya lokal guna menunjang produktifitas daerah.
6. Ikut merealisasikan nilai-nilai luhur Pancasila.
7. Selalu berfikir kritis, kreatif, inovatif, dan solutif.
8. Pemanfaatan lahan / ruang terbuka hijau lebih modern dan multifungsi ( ruag baca, bermain, berkreasi, berinovasi, berkarya, olahraga, dan lain sebagainya)

Logo insdu.id

Demikian sebuah ide yang berusaha saya tuliskan dan semoga dibaca, disempurnakan, digagas, dan direalisasikan. Tulisan ini hanyalah seklumit sebagai dasar bahasan dimana masih banyak kajian-kajian yang harus ikut didalam program/ide ini. Semoga kita para pemuda senantiasa berfikir kritis, logis, kreatif, dan solutif. Mari sukseskan Gerakan Kita Muda Kita Bisa. Salam berproses dan semangat berkarya.

 

2 Komentar

  1. […] tersebut seharusnya selalu diupdate dan transparan (baca juga : Aplikasi Transparansi Penggunaan Lahan Daerah), sehingga masyaraat ikut berperan aktif dalam mengkritisi dan ikut membangun dengan cara mengedukasi […]

  2. […] Baca Juga : Aplikasi / Software Transparansi Ruang Terbuka Hijau Daerah […]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *